PARADIGMA PSIKOLOGI KEPRIBADIAN PSIKOANALISIS

Pengertian Psikologi Psikologi adalah sebuah bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari mengenai perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah. Para parktisi dalam bidang psikologi disebut para psikolog. Para psikolog berusaha mempelajari peran fungsi mental dalam perilaku individu maupun kelompok, selain itu juga mempelajari tentang proses fisiologis dan neurobiologis yang mendasari perilaku. Pengertian Kepribadian Kepribadian adalah keseluruhan cara seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. kepribadian paling sering di deskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukan oleh seseorang. Makna Kepribadian Menurut pengertian sehari-hari disamping itu kepribadian itu diartikan dengan ciri-ciri yang menonjol pada diri individu, seperti kepada orang yang pemalu dikenakan atribut “berkepribadian pemalu”. Psikoanalisis Sebelum psikoanalisis lahir telah ada berbagai bentuk terapi, termasuk dan terutama yang menggunakan pendekatan kedokteran, seperti bleuer dan anton mesmer (1734-1815) di Wina Austria dan Paris Perancis, atau para ahli seperti Liebault (1823-1904) dan Bernheim (1840-1919) dirumah sakit Nancy (Perancis).

Namun yang paling terkenal adalah psikoanalisis yang dibangun dan dikembangkan Sigmund Freud(1856-1939), seorang neurolog, psikiater, dan selanjutnya dikenal sebagai psikolog. Dasar utama psikoanalisis adalah ketidaksadaran, yakni bahwa seorang terganggu jiwanya karena terdapat represi atas pengalaman atau ingatan yang mencemaskan ke alam taksadar.
Yang dimaksud dengan psikoanalisis sebagai psikoterapi adalah upaya untuk mengurangi suatu atau beberapa gejala(sakit) yang ditampilkan dan dikeluhkan pasien, sampai pada sumber gangguan. Menurut Freud kepribadian terdiri atas tiga subsistem utama yang berinteraksi guna mengatur perilaku manusia: Id(das es), ego(das ich), superego(das ueber ich).

a.Id(Das es) Id adalah bagian kepribadian yang paling primitif , yang sudah ada sejak lahir. Id terdiri dari impus(dorongan)bilogis dasar: kebutuhan  makan, minum, buang air, menghindari rasa sakit dan memperoleh kenikmatan seksual. Id menuntut pemuasan impuls dengan segera. Seperti anak kecil, Id  bekerja bedasarkan Prinsip Kesenangan (pleasure principle): id berusaha menghindari rasa sakitdan memperoleh kesenangan tanpa mempedulikan situasi eksternal. b.Ego(Das ich) Ego berkembang ketika anak belajar untuk mempertimbangkan tuntutan realitas. Ego mengikuti Pinsip Realitas: Pemuasan impuls harus ditunda sampai ditemukan kondisi yang tepat. Pada dasarnya, ego merupakan “Badan Eksekutif” kepribadian yang menetapkan tindakan apa yang tepat, impuls id mana yang akan dipuaskan, dengan cara pemuasan apa yang akan dilakukan. Ego menjadi penengah antara tuntutan id, realitas lingkungan, dan tuntutan superego. c.Superego(Das ueber ich) superego adalah gambaran internalisasi nilai dan moral masyarakat yang diajarkan orang tua dan orang lain pada anak. Pada dasarnya superego merupakan hati nurani(conscience) seseorang. Id mencari kesenangang, ego menguji realitas, dan superego berusaha menjadi sempurna. Superego berkembang sebagai respon terhadap ganjaran dan hukuman orang tua. Superego menggabungkan semua tindakan yang menyebabkan anak dihukum atau ditegur dan semua tindakan yang menyebabkan anak diberi ganjaran. Pelanggara terhadap standar superego, meslipun impuls menginginkannya, akan menimbulkan kecemasan tentang hilangnya kasih sayang orangtua. Menurut Freud, kecemasan ini tidak disadari; emosi yang disadari adalah perasaan bersalah. Kadang-kadang ketiga komponen kepribadian itu saling bertentangan: ego menunda pemuasan yang dibutuhkan segera oleh id, dan superego menentang id maupun ego karena perilaku seringkali tidak memenuhi nilai moral yang diwakilinya. Tetapi yang lebih sering terjadi pada orang normal, ketiganya bekerja sama menghasilkan perilaku yang terpadu. Kecemasan, Mekanisme Pertahanan, dan Ketidaksadaran. Kecemasan atau anxiety adalah perasaan yang tergeneralisasikan atas ketakutan atau kekhawatiran. Konsep ini merupakan titik psikoanalitik yang utama. Terdapat tiga jenis kecemasan yang diutarakan Freud, yakni: 1.) Kecemasan realitas(reality anxiety), yaitu perasaan cemas yang didasarkan pada adanya obyek atau ancaman yang menakutkan dari dunia luar; 2.) Kecemasan neurotis(neurotic anxiety), yaitu perasaan cemas sebagai akibat dari impuls-impuls id yang menembus kendali ego menjadi tingkah laku, dan menimbulkan adanya perasaan mendapat hukuman; 3.) Kecemasan moral(moral anxiety) yang timbul dari tindakan-tindakan baik yang nyata maupun dipikirkan yang bertentangan dengan superego, sehingga menimbulkan perasaan bersalah. Kecemasan merupakan suatu peringatan atas bakal terjadinya bahaya atau pengalaman yang secara psikologis penuh rasa nyeri, sehingga individu harus melakukan koreksi. Acapkali ego tidak dapat mengambil penyelesaian yang rasional dan memadai, sehingga individu menciptakan penggantinya berupa tindakan yang irasional yang disebut mekanisme pertahanan diri(ego defense mechanism). Tindakan ini tentu saja tidak tuntas, karena bersifat paliatif saja, tidak sesuai kenyataannya. Taraf Perkembangan Psikoseksual. Dorongan seksual dan perkembangan seksual merupakan bagian penting lainnya dari prinsip-prinsip teori Freud. Dorongan seksual, merupakan inti atau sumber kekuatan hidup manusia yang utama. Konsepsualisasi taraf perkembangan seksual Freud meliputi lima, yang disebut taraf(stage). setiap taraf ditandai oleh ciri dominan masing-masing yang dimaksud untuk memberikan kepuasan seksual(libidinal), yaitu:

  • Taraf oral. Ini terjadi sejak lahir sampai umur dua tahun kehidupan. Mulut adalah daerah erogenous utama; seorang bayi akan memiliki sumber pemuasan di bidang ini, antara lain dalam bentuk menyusu.
  • Taraf anal. Taraf ini umumnya berlangsung antara dua dan tiga tahun. Lapisan sekitar anus menyediakan sumber utama stimulus yang menyenangkan.
  • Taraf falik. Dari umur lima atau enam tahun kehidupan. Manipulasi diri alat genital menyediakan kepuasan utama sensasi kenikmatan.
  • Taraf latensi. antara kira-kira enam dan duabelas tahun, dimana motivasi seksual tampil lebih penting saat anak-anak menjadi sangat terlibat dengan perkembangan keterampilan aktivitas ini. Disebut laten karena perkembangan seksual itu tidak menampakkan diri karena terliput aktivitas-aktivitas itu.
  • Taraf genital. Setelah melampaui pubertas, perasaan nikmat yang paling mendalam datang dari relasi heteroseksual. Misalnya dalam bentuk pacaran.

 

Contoh Kasus dalam kehidupan sehari-hari

kasus mengenai id yang berprinsipkan pada kesenangan: bayi pada tahap oral dia selalu ingin memasukan apapun kedalam mulutnya, walaupun dia tidak tau benda apa yang dia masukan, bahaya atau tidak, dia tetap memasukan nya ke dalam mulut karena dia akan merasa senang jika memasukan apa saja ke dalam mulutnya.

 

Referensi: